Kamis, 13 Juli 2017

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI RUANG PUBLIK




                                  PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI RUANG PUBLIK
                                                                 Oleh: Anisa Yuli Cahyanti


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita. Bahasa ini sudah menjadi bahasa pemersatu dan bahkan sudah tertuang dalam sebuah sumpah, yaitu sumpah pemuda. Bahwa kita memiliki bahasa yang satu dan yang memersatukan kita, yaitu Bahasa Indonesia.

Fungsi bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa telah berlangsung hingga saat ini. Keberhasilan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa ditandai oleh kesedian seluruh bangsa Indonesia berbahasa Indonesia terutama dalam berkomunikasi dengan warga bangsa yang berbeda bahasa daerahnya.

Kondisi ini harus terus diupayakan keberlangsungannya karena akan menjadi indikasi keberhasilan kita mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .Namun fungsi bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa Indonesia ke depan akan menghadapi persoalan dengan kecenderungan semakin banyaknya orang Indonesia berbahasa asing, khususnya Inggris, terutama di kota-kota besar dan di lingkungan tertentu, untuk mendukung kegiatan-kegiatan tertentu dalam kehidupan mereka. Memang pada aspek tertentu kecenderungan pemakaian bahasa asing akan mengantar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang modern melaui penyerapan nilai-nilai universal yang modern, terutama melalui ilmu pengetahuan dan teknologi dan nilai-nilai modern terutama kaitannya dengan demokrasi dan HAM.

Apalagi di ibukota ini, penggunaan bahasa Indonesia semakin menipis karena banyaknya penduduk yang masih menggunakan bahasa yang berbeda-beda. Sebagian dari warga Jakarta adalah pendatang jadi banyak warga yang masih menggunakan bahasa daerahnya untuk berinteraksi dengan sesama. Belum lagi beberapa orang juga merasa bahwa menggunakan bahasa asing seperti bahasa inggris lebih terlihat keren pada zaman sekarang ini.

Ada baiknya kita sebagai penutur asli tidak menghilangkan kemurian bahasa Indonesia dengan tetap melestarikan dan menjaganya dengan baik

Rabu, 01 Februari 2017

PUISI: CERITA TENTANG RASA

Kutuliskan kisah ini untuk mengembalikan kenangan manis antara aku dan rasa. 

  
Hari ini,
Tepat ketika berjuta waktu bergerak memutarbalikkan pagi,
Memindahkan siang pada masa sebelum hari ini
Menggeletakkan senja dalam kenangan yang dikemas rapih
Dan tak lupa menggantung bulan yang telentang di malam panjang
Aku berusaha memasang lagi kepingan detik yang kini hanya berupa potongan

Hari itu,
Keputusan samar datang dan berbisik padaku
Menyerahlah pada cinta yang begitu besar, katanya
Menyerahlah pada cinta yang akhirnya sia-sia tanpa sisa
Menyerahlah jika ia tidak kunjung menyerahkan cintanya

Menyerah sebelum nyawamu lemah
Menyerah sebelum kamu dinyatakan kalah
Mundurlah selangkah dan beberapa langkah lagi untuk menikmati pedih tanpa celah

Hari itu,
Aku tak tahu maknanya
Aku tak tahu artinya
Aku hanya menggangguk pada suara bisikan yang entah dari mana asalnya
Entah untuk apa tujuannya
Dan aku mengikutinya

Hari itu,
Aku berusaha melepaskan rasa yang tumbuh kuat dan menanamkannya ditempat yang berbeda
Rasa itu melemah
Ia tahu tempatnya bukan disana 
Ia ingin kembali 
Rasa itu membutuhkan cahaya matahari 
Atau sekedar rasa segar yang diberikan beberapa tetes embun pagi
Sedangkan ditempatnya sekarang, yang ia dapat hanya gersang disana sini
Membuat rasa itu menunduk sendu 
Aku tidak punya cukup cahaya matahari, aku malah tidak sengaja menumpahkan redup yang hampir padam dan berserakan 
Aku tidak punya cukup air yang menetes pada pagi, aku malah menjatuhkan banyak embun yang meluncur diambang mata dengan nada pilu

Rasa, apakah kini kamu tersiksa?
Karena kamu aku paksa berada ditempat dengan suhu dan tanah yang berbeda
Tolong tunggulah sebentar 
Kini satu-satunya usahaku menanam rasa adalah memupukkan benih kesabaran setiap detiknya
Memohon agar rasa bisa merasa dengan pekanya
Berharap agar rasa tidak jatuh pada batas kematiannya


Hari itu,
Hari itu tiba
Rasa yang kutanam ditempat berbeda tumbuh mekar seperti sebelumnya
Bahkan lebih lebat dari segala rasa yang pernah ku tanamkan dalam nyata
Rasa ini tumbuh kekar karena kesabaran yang tidak kenal lelah kutuangkan dalam potnya
Rasa ini menjadi dewasa 
Rasa ini sudah tidak perlu berpura-pura mencinta
Rasa sudah bisa merasa 
Rasa sudah bisa merasa cahaya matahari dan embun pagi di tempat yang berbeda

Rasa, bukankah kamu tumbuh dengan bahagia?
Ternyata tempat ini memberi kilau emas yang lebih pekat dari sebelumnya bukan?
Bukankah tempat ini terlalu nyaman untuk ditinggalkan?

Rasa, kalau kamu yakin akan seperti ini selama masa tak kunjung menutup mata
Aku rela mempertahankanmu ditempat ini

Rasa, aku berjanji akan membiarkanmu disini
Aku berjanji tidak akan mencabut akarmu lagi untuk yang kedua kali
Aku berjanji tidak akan memotong kelopakmu yang kini tak terhitung jumlahnya 
Aku berjanji tidak akan membiarkan rasa lain tumbuh lebih kekar daripada dirimu saat ini

Hari itu,
Cahaya matahari yang menyegarkan makin lama mendekat kemari
Tidak peduli ribuan peluh keringatku berserakan ditanah
Cahaya matahari kini makin jingga dengan semburat kuning keemasan yang berkilauan
Ragaku terasa terbakar 
Cahaya matahari mencoba memberi rasa sebuah ketenangan dengan semakin mendekat dan tidak menyisakan jarak
Cahaya membuat beberapa helai rasa kering dan sebentar lagi mungkin hangus 
Aku segera mendekap rasa erat
Jangan sampai rasa terbakar sampai ke akar
Biarlah aku yang tersiram panas cahaya ini
Biarlah kulitku tersengat oleh kejamnya lingkaran kehidupan ini



Tunggu rasa,
Cahaya matahari yang ingin melindungimu dan bahkan tidak rela meninggalkanmu itu sekarang terlihat menyilaukan bukan?
Bukankah sikapnya sedikit berlebihan?


Hari berikutnya,
Embun yang menetes diam-diam kini tidak segan untuk membanjiri 
Tidak peduli kini ia sudah menelan seperempat dari tubuhku
Embun yang jatuh dengan serakah itu tidak membiarkan tempat tersisa untuk udara
Mereka mengisi bagian bumi dengan diri sendiri
Embun kini seperti air pasang dari lautan samudra
Airnya beku dan lebih dingin dari salju
Kini ragaku makin kaku 
Rusuk-rusukku membatu seketika waktu
Rasa mulai menggigil hebat 
Rasa terbujur lemas dan tidak berdaya
Aku segera mengangkat rasa tinggi-tinggi 
Tidak peduli seluruh ragaku kini tercelup air embun yang membesar
Tidak peduli satu tarikan nafas yang berusaha kehilangan 
Asal bukan rasaku
Asal bukan rasaku

Rasa, ambilah detik untuk sekadar berfikir
Bukankah sekarang ini embun merawatmu dengan sedikit berlebihan?
Padahal beberapa tetes saja sudah menyejukkan bukan?

Hari-hari-hari-hari-hari-hari berikutnya

Rasa, kamu lihat kini ragaku?
Terbakar jadi abu oleh cahaya yang terlalu menyilaukan
Dan membeku jadi batu oleh embun yang menenggelamkan

Rasa, ragaku benar-benar tidak perlu dijaga bukan?
Tugasku hanya untuk membatumu tumbuh lebih mekar lagi dan lagi tiap harinya
Tidak peduli seberapa sering raga ini luka-luka
Yang penting rasaku tetap terjaga
Aku ingin menjadi sosok yang tidak ingkar janji
Aku ingin kamu tetap disini 
Ini keinginan terbesarmu bukan, rasa?
Menetap disini hingga kematian mengigitimu perlahan

Lagipula apa kau tahu? semua itu hanya alasan kecil jika dibandingkan dengan cintaku yang teramat besar 
Jika tidak mana mungkin aku mempertahankannya walau raga sakit dimana-mana?

Rasa, aku benar-benar tidak peduli lagi dengan diri sendiri
Karena tahukan kamu?
Kamu adalah satu-satunya harapan dan impianku selama ini

Rasa. Tumbuh ditempat sempurna. Mekar dan berwarna. Kekal ditelan masa. 

Hari yang lainnya,
Hari cepat sekali berganti 
Rasaku kini tidak terkalahkan
Satu-satunya rasa terbesar dimuka bumi 
Satu-satunya rasa yang paling mekar di antara semua rasa yang pernah dicicipi

Lihat keadaanku kini
Berbanding terbalik bukan dengan rasa yang kujaga?
Kenapa malaikat maut tak juga merangkulku?
Apa karena tampakku yang lebih buruk dari segala rupa di neraka?
Apa karena ragaku yang rusak karena terlalu banyak menjaga rasa?
Apa karena ia sudah merasa puas melihatku menderita di dunia?

Hari ini,
Hari ini tiba 
Hari dimana aku menulis kisahku dengan rasa yang ku jaga untuk terakhir kalinya
Ini pasti detik dimana akan mengantarkanku pada mati yang sempurna

Aku tahu itu
Aku tahu malaikat pencabut nyawaku adalah sosok yang selalu ku bangga sepanjang usia

Rasa,
Kamu kini tumbuh mekar mencakar langit-langit senja
Menciptakan guratan luka pada awan yang berarak 
Menumbuhkan helaian lebat yang menyesakkan rasa-rasa lain disekitarmu
Merubuhkan semua ranting tempat kamu dulu dibesarkan
Harum bungamu terlalu mencekat
Kumpulan lebah yang mendekat mati tanpa nafas bersekat

Rasa menatapku haru
“Aku mencintaimu”
Kalimat itu membulat diujung putik sarimu
Kalimat itu keluar begitu saja


Tentu saja
Aku tahu itu
Rasa juga akan selalu mencintaiku
Tapi aku rasa ini agak sedikit berlebihan
Makin lama rasa mendekat dan makin sesak nafas yang kubuat

Rasa mengucapkan terimakasih dan memelukku erat
Rasa membelit tubuhku dengan akar dan helaian daunnya
Rantingnya yang berduri menusuk-nusuk hingga darah mengalir deras kemana-mana
Aku tahu ia sedang memelukku, tapi apakah ia tidak menyadari aku ini hanya tinggal wujud ampas tanpa angan
Yang sekali disentuh akan hilang
Rasa, kamu mungkin sedikit berlebihan

1
2
3
Mati.

Matiku tiba
Aku mati rasa dan aku melihatmu merangkulku menuju dimensi lain, mungkin dunia yang berbeda

Rasa, malaikat mautku
Kini setelah mati aku belajar banyak dari kisah kehidupanku 

Aku belajar begitu pentingnya mencintai dengan secukupnya
Dan begitu kejamnya mencintai dengan seutuhnya, segenap raga, seluruh jiwa, merela sebuah nyawa, mendamba sepenuh luka

Aku belajar 
Aku belajar bahwa cinta sudah indah dengan setetes saja
Tidak perlu melimpah dan bertumpah ruah

Karena cinta yang berlebihan akan membawamu pada kepedihan yang menyesakkan
Karena jika kamu terlalu mencintai sesuatu yang menjadi keinginanmu ia akan menjadi sesuatu yang justru merangkulmu menuju jurang kematian 
Karena jika kamu terlalu mencintai dengan berlebihan kamu akan selalu merasa kekurangan dan mencintai lebih dalam lagi lebih dalam lagi dan hingga kehidupan lelah menjadi batas diantara dunia angan dan nyatamu

Rasa,
Percayalah ilmu ini akan sangat berguna
Untuk generasi rasa berikutnya
Untuk generasi rasa yang banyak bercinta dengan porsi yang berlebihan


Rasa,
Hari ini aku belajar
Dan hari ini juga aku melupakan
Dan mungkin belajar melupakan
Karena untuk apa aku menyadari semua kesalahan yang tidak dapat lagi kuperbaiki

Ini sudah terlalu terlambat
Kehidupan sudah padam
Aku sudah ada di kematian dan baru belajar sedikit dari kehidupan

Itulah manusia 
Bernapas tersengal-sengal oleh penyesalan

Rasa,
Terimakasih pernah mencinta dengan sempurna
Denganmu kujalani hidup sedikit lebih berwarna dari kelabu sebelumnya

--

Tengah malam menuju pagi,
Didimensi menuju ruang impi,
Tanggal dua puluh enam november dua ribu enam belas

-ANISA YULI CAHYANTI-

Jumat, 13 Januari 2017

KNOWLEDGE: Apakah komunis itu ateis?

Apakah komunis itu ateis?

Pertanyaan terkait:
Kenapa ateis sering dicap komunis?
Jawaban:
Ateisme tidak sama dengan komunisme. Ateisme adalah ketidakpercayaan terhadap keberadaan Tuhan dalam hal ini Tuhan personal, Sang Maha Pencipta, dan Maha Berkehendak. Sementara komunisme adalah ideologi ekonomi politik.
Oleh karena itu, tidak semua ateis adalah komunis dan tidak semua komunis adalah ateis. Seorang ateis bisa saja memiliki pandangan liberal, sekuler, kapitalis, atau juga komunis. Sementara itu, walaupun mungkin sebagian besar komunis adalah ateis, ada banyak orang beragama atau teis yang menganut komunisme sebagai ideologi ekonomi politiknya, di Indonesia contoh yang terkenal adalah Haji Misbach, sementara di India komunisme bukan hanya dirangkul, tetapi juga dipimpin oleh muslim, sementara di Amerika Latin, komunisme/marxisme mempengaruhi ajaran Katolik sehingga terbentuklah Teologi Pembebasan.
Komunisme adalah paham yang menolak kepemilikan barang pribadi dan beranggapan bahwa semua barang produksi harus menjadi milik bersama. Ini bertujuan agar tidak ada hirarki buruh-pemilik modal karena sistem kapitalis cenderung mengeksploitasi manusia. Komunisme memiliki keberpihakan yang sangat tinggi terhadap rakyat miskin, yang disebut sebagai proletar, dan menolak kapitalisme yang dianggapnya adalah penghisapan manusia atas manusia. Itulah kenapa PKI pada masanya mampu menjadi partai terbesar ketiga di Indonesia. Rakyat Indonesia yang mayoritas adalah rakyat miskin di negara yang baru lepas dari penjajahan mendukungnya, dan itu sama sekali tidak berhubungan dengan ateisme.
Salah satu penyebab dihubung-hubungkannya ateisme dengan komunisme, mungkin adalah kata-kata Karl Marx, “Agama adalah candu bagi massa rakyat.” Hal lain yang sering diingat adalah syair lagu Internationale–lagu mars komunis internasional–yang berbunyi, “Tiada maha-juru-s’lamat/Tidak Tuhan atau raja.” Kesan bahwa komunisme itu bukan hanya ateis tapi juga anti-teis bisa jadi disebabkan tindakan represif terhadap kehidupan beragama yang banyak terjadi di negara-negara komunis. Namun demikian, perlu diingat, pemberangusan di negara komunis bukan hanya ditujukan pada kelompok agama, melainkan juga pada kelompok liberal, pendukung demokrasi multipartai, serta kaum oposisi dan pembangkang.
Anti-teis dan ateis tidak tepat disandangkan pada komunisme/marxisme. Yang lebih tepat sebetulnya adalah bahwa komunisme/marxisme anti agama. Lebih tepat lagi, anti struktur kekuasaan agama yang sengaja dipelihara disamping kekuasaan raja untuk melemahkan daya kritis dan daya juang rakyat melawan tirani. Persisnya yang dilawan oleh komunisme adalah struktur kekuasaan agama dalam pemerintahan dan kehidupan politik sebagai alat kontrol (melalui mekanisme obat bius/candu pengurang rasa sakit bagi penderitaan dan kemiskinan) rakyat.
Di Indonesia, cap ateis pada komunis dan sebaliknya adalah hasil dari propaganda rejim Orde Baru yang ingin melenyapkan partai besar dan jutaan pendukungnya tersebut secara instan dan dalam jangka panjang. Guna mendapatkan dukungan kelompok agama, maka rejim Orde Baru mempropagandakan bahwa komunis adalah ateis, musuh agama, sehingga mereka harus diberantas dari bumi Indonesia. Lebih dari satu juta orang dibunuh, jutaan lainnya dirampas harta benda dan hak-hak sipilnya, dipenjara tanpa pengadilan, dibuang ke Pulau Buru akibat kampanye antikomunis di tahun 60-an ini.
Tan Malaka atau Haji Misbach beragama.
Tan Malaka adalah muslim yang saleh. Tan malaka adalah anggota Partai Sarekat Islam, dan sebagian anggota partai ini berpaham komunis, termasuk juga Semaun dan Tan Malaka, karena itu kelompok ini biasa disebut Sarekat Islam Merah. Sebagaimana Semaun, Tan Malaka pun juga muslim yang taat melakukan solat lima waktu, membaca alqur’an hampir tiap hari (dia kecilnya dipesantren, bukankah dia asli Padang yang secara tradisi adalah penganut islam yang taat?). Juga jangan lupakan Haji Misbach, seorang kyai komunis dari Surakarta, juragan batik sukses yang menguasai ilmu tafsir alqur’an dan kitab kitab kuning. Jadi islam dan komunis bisa dianut sekaligus oleh satu orang, karena sejatinya memang tidak bertentangan.


Source: https://andabertanyaateismenjawab.wordpress.com/2012/10/14/apakah-komunis-itu-ateis/

Senin, 02 Januari 2017

CURHAT: Positive Vibes


Siang, readers!

Hari ini saya bangun dalam keadaan lega, seperti ada yang mencabut beban-beban saya selagi tertidur tadi pagi ( saya tidur sekitar jam 3 ). Saya juga tidak tahu benar kenapa saya merasa seperti 'bebas' karena sebetulnya masih banyak beban ( sebagian berasal dari tumpukan tugas ).

Mungkin karena tadi malam saya banyak meluangkan waktu untuk bercerita tentang beberapa hal dan konflik yang terjadi pada salahsatu teman saya. Ia bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan saya cerita dan saran yang diusulkan juga cukup masuk akal. Saya selalu senang dapat bertukar fikiran dengan lawan jenis karena dengan begitu saya paham betul cara mereka menyelesaikan masalah dengan sudut pandang yang berbeda.

Setelah itu, karena belum mengantuk saya melanjutkan untuk twitter-ing. Satu-satunya media sosial yang membuat saya merasa nyaman dan masih aktif sampai sekarang memang twitter ( belum lama ini saya meng-uninstall path dan instagram saya ). Memang sudah tidak banyak orang yang menggunakannya dan beralih ke media sosial lain yang jauh lebih tenar. Mungkin di zaman secanggih ini pengguna twitter dapat dibilang jadul atau kuno. Tapi saya tidak terlalu mempedulikan hal tersebut. Toh saya masih sangat menyukainya!

Saat waktu menunjukkan pukul dua pagi. Tiba-tiba saya menerima notifikasi, Saya berfikir, siapa yang masih aktif di twitter saat jam rawan seperti ini. Saat saya buka ternyata sebuah mention datang dari guru les saya sewaktu saya masih di bangku SMP. Saya biasa memanggilnya BM ( singkatan dari namanya ).

Lo kenapa sih Non, lagi jatuh cinta tapi gak di reply sama doi? wkwk

Sontak saya terkejut. Saya memang sedang jatuh cinta tapi dengan orang yang sama. Pacar saya tentunya. Dan menurut saya memang perasaan saya tidak mendapat respon yang memuaskan dari si 'dia' ini.

Sebenarnya saya tahu BM ini punya semacam keahlian membaca fikiran orang. Saya dan teman-teman saya saat di tempat les dulu sering berkonsultasi masalah kehidupan dibandingkan dengan pelajaran ( karena cara mengajarnya menurut saya kurang menarik! ).

Saya salahsatu murid yang dekat dengannya waktu itu karena menurut saya kemampuan membaca fikiran seperti itu sangat langka dan saya bisa belajar dari kehidupan saya. Misalnya mengoreksi jika sikap saya kurang baik dan memberikan semangat tersendiri untuk berubah jadi pribadi yang baik. Seperti misalnya saat sedang di 'baca' saya seperti kagum dengan hasilnya yang sangat sesuai dengan kenyataan.

Namun saya tidak mengira ia akan membaca fikiran saya hanya melalui tweet yang bahkan tidak saya tunjukkan untuk pacar saya. Setelah itu saya membalas mention-nya

BM yaampun apa kabar? udah lama gak di 'baca' mau konsul dong!

Tidak lama saya mendapat balasan lainnya

Ngapain "dibaca" coba??? Kan udah! Doi ga respon tuh! Cari yg laen!!!

Jual mahal dikit sie boleh2 aja non.. Tapi apa yg kau lakukan udah kelewatan. Tuh cowo ogah dan gak PD tuk deketin..

JLEB! Saya menelan ludah karena baru sadar telah dibaca berlebihan di twitter. Setelah itu saya pun melanjutkan obrolan di line ( BM menyuruh saya untuk menginvite id linenya )

Setelah meminta foto pacar saya, tanpa saya bercerita, ia sudah tahu pokok permasalahannya. Saya terkejut untuk yang beberapa kalinya.

Kau tahu apa yang membuat dia bahagia? Dia suka berkumpul dengan sobatnya dan keluarganya dan kau tidak diperbolehkan masuk terlalu dalam ke lingkungannya

Ah iya! Itu benar-benar realistis dan masuk akal. Selama ini ia memang sosok teman yang asik dan pandai bergaul juga sosok anak yang penyayang juga dekat dengan keluarga. Dan tidak diperbolehkan masuk terlalu dalam ke lingkungannya? itu benar sekali!

O ya kamu juga harus paham tentang dirimu ya!

Aku kenapa bang? wkwk

Kamu harus paham tentang dirimu itu terlalu minta diperhatikan sama cowokmu kadang-kadang!

YAHAHA emang lah!

Kamu tau gak kamu terlalu dominan, terlalu suka mengendalikan, terlalu suka berkuasa! Cinta kalo dikendalikan akan pergi

Bukannya aku terlalu banyak ngalah ya bang?

Kamu gak ngalah inger dia itu tipenya bosenan, apa yang dia lakuin tergantung moodnya. Dia gakbisa selalu perhatian dan berada disisimu. So, kalo kamu masih mau sama dia. Ya kamu harus paham tentang kebiasaan dia yang sering kumpul sama temen-temennya itu.

JLEB!

Saya benar-benar tidak sadar, apa benar selama ini saya yang terlalu dominan? apa benar saya terlalu suka mengendalikan? apa benar saya terlalu suka berkuasa?

Tapi sebenarnya kalau difikir-fikir ada benarnya juga. Saya selalu melihat dari sudut pandang saya sendiri. Dan saya memang tidak terima jika saya yang harus disalahkan karena saya merasa apa yang saya lakukan benar.

BM juga menyarankan saat pacar saya sedang asik dengan teman-temannya, saya juga harus meluangkan waktu misalnya bersama sahabat lelaki saya. Ia bilang pacar saya akan cemburu sekali walau jarang diperlihatkan, Tapi saya tidak akan tega membalas hal seperti itu. Hal itu hanya akan menambah rasa cemas saya karena bersalah. Lagipula juga sahabat lelaki saya sudah banyak yang meninggalkan karena ternyata mereka menanam rasa sayang yang saya tidak saya balas.

Selain itu BM juga menyarankan untuk mengambil hati keluarga pacar saya jika ingin memiliki hatinya yang utuh.

Saya juga bertanya apakah pacar saya masih menyimpan sayang untuk saya.

Cowok itu masih sayang hanya saja suasana hatinya tergantung kondisi lingkungannya.
Sekarang tergantung dirimu ajadeh semuanya udah kuberitahu ya tentang cowok itu.

Setelah konsultasi itu selesai saya merasa lega, Saya lebih berfikir positif untuk memberikan waktu untuk pacar saya. Mungkin ia tidak ingin bertemu dengan saya karena saat ini moodnya hanya ingin berkumpul bersama teman dan keluarganya. Saya mungkin butuh waktu lebih lama untuk menunggu. Tapi saya sudah memutuskan untuk tetap melanjutkan hubungan ini juga melanjutkan rasa sayang ini seterusnya. Saya merasa beban yang selama ini saya pendam terangkat sedikit demi sedikit. Saya sebenarnya tidak ingin memendam sesuatu lagi, atau bersikap tertutup dari pacar saya. Namun terkadang sikapnya yang juga tertutup dan responnya yang tidak memuaskan membuat saya jadi malas untuk mengungkapkan isi hati saya.


OK.

Senin, 26 Desember 2016

PUISI: PERIHAL TEMBOK

PERIHAL TEMBOK

Saat jemari kita bercumbu
Hati ini meringis cemburu
‘Kapan kita berani begitu’ ujarnya pemalu

Retinaku selalu menjerat cahayamu
Mengiris setiap bayangan yang jadi angan candu
Saat sepasang jendela membuka dan bertemu
Di satu titik itu juga kita sama-sama merasa teduh
Bahkan saat langit diam-diam menangis di gelap minggu
Jiwa kita berniat memeluk raga sampai membiru

Semua organ dalam tubuhku menjadi beku
Karena mengingat dan memujamu akan menjadi narkotika baru
Selain seonggok debu dari pengedar shabu

Kemudian beberapa pagar dirancang rindu
Arsitekturnya kuno karena bahan bakunya masa lalu
Bagunan itu diduga jadi tempat duduk para hantu
Indra keenam siapa pun tidak bisa menjamahi ilmu
Selain dua makhluk berinisial kalbu,
Tidak ada yang berjiwa yang tau

Pembatas kota harapan dengan ruang nyata kini bertugu
Mereka muncul lagi dengan adegan dan dialog bisu
Dengan muka lugu yang pandai menipu
Doa diteriakan agar cepat-cepat bersatu pilu

Tanpa sadar kata yang sudah biasa mengandung makna
Kini dijentikkan beribu warna merah bata
Dan memupuk bagan-bagan kenyamanan
Yang tumbuh mengakar sampai pucuk penghidupan

Namun suatu yang tak boleh dilupakan
Adalah tiang luka yang menjadi pondasi kesengsaraan
Beberapa paku mencuat seperti bersiap-siap menusuk 
Mengutuk 
Dan mematuk tubuh-tubuh palsu sampai membusuk

Setiap waktu sosokmu menjamur selalu
Membuat jantungku gatal membengkak memar

Lalu dibalik dinding batu yang berbadan kaku
Kami berdua berpasangan dengan langit unggu
Banyak mulut mencari kebenaran palsu

Rumornya tak pernah mau berlalu
Difikiran kotor para pemicu kami menyewa kamar

Lalu untuk apa kami berada dalam ruangan?
Toh juga sesama orang sudah mengerti peran
Kami ini pajangan 
Yang digerakkan dalang keyakinan
Kami main ‘ayah-ibu’an
Mendesahkan curangnya perasaan
Menyenangkan memang tapi hanya selangkangan 

9 Oktober 2016
Anisa Yulicahyanti // icachayy

PUISI: JANJI SENJA

JANJI SENJA

Aku duduk terpejam diatas dinginnya karang 
Menunggu sebuah senja yang berjanji pulang

Ketiadaannya membentuk serangkaian luka
Dan air mata dari jendela muka kini telah tiba
Berkumpul bersama tetesan sendu lainnya 
Mengikis tanah yang menjadikannya muara

Kakiku berada diatas permukaan resah yang bisu
Sesekali ombak waktu menyapa kerikil batu 

Banyak kapal impian berlalu 
Namun tak satupun dari jiwaku berharapnya teduh
Aku hanya sebatang sepi yang jatuh
Darinya yang pernah berlabuh

Senja
Pulanglah segera
Bukankah kau tau kalau badai akan segera tiba
Meracuni tubuhku dengan segera
Aku mendamba selalu adanya ‘kita’
Dalam dongeng yang tiap malamnya dirapal anak-anak manusia
Yang dicipta hangat dunia fana

16 Oktober 2016
Anisa Yulicahyanti // icachayy

LIRIK LAGU: Not Your Priority

NOT YOUR PRIORITY
By: Anisa Yulicahyanti


I’m sorry i can’t love you a little bit better
Cause i know i am stranger
And half a sad love singer

Why
I keep this useless feeling
I always wait you coming

But you already forget our kissing
Forget that i am dying
You forget that i am the only one who trying
Making a goals for our dream and

Reff:
Cause i am not your priority
Baby u treat me like i am your enemy
And i know i am not fucking pretty
Like many girls at university
I am just insanely crazy
Trying to love you like it is easy
And i know i am not fucking funny
Like your best friends in the different cites 

I’m sorry i will always love you, player
And it is getting bigger 
When every single time you ignore

Why
You keep me in this feeling
You never come back,darling

But you already forget our kissing
Forget that i am dying
You forget that i am the only one who trying
Making a goals for our dream and

Reff:
Cause i am not your priority
Baby u treat me like i am your enemy
And i know i am not fucking pretty
Like many girls at university
I am just insanely crazy
Trying to love you like it is easy
And i know i am not fucking funny
Like your best friends in the different cites 



Notes: 
Tengah malam saat saya masih terjaga karena sulit tertidur, tiba-tiba sebuah melodi pelan berjatuhan kedalam fikiran. Dan saya menulisnya seperti puisi yang mengalir deras didalam jemari-jemari. Saya tidak tahu mengapa lagu ini kemudian muncul. Saya pernah menulis lagu tapi iu sudah lama sekali dan saya bukan ahli. Namun saya rasa lagu ini lumayan (jika yang menyanyikan bukan saya tentunya dan setelah ditambah beberapa instrumen). Mungkin dilain waktu saya akan minta salah seorang teman untuk membuat sebuah project bersama dan dia yang akan menyanyikannya.